Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Solusi Jitu Mengatasi Balita yang Susah Makan

Balita susah makan adalah hal yang membuat bingung semua ibu. Pasalnya, kebiasaan balita makan kadangkala sulit diprediksi, Mam.

Di hari-hari lain mereka makan teratur sepanjang hari. Tapi di hari-hari tertentu tiba-tiba si kecil menjadi susah makan.

Mungkin hal demikian tidak hanya mama seorang yang alami. Umumnya hampir semua balita mengalami situasi seperti ini.

Tapi, Mam, jangan khawatir. Sebab, kebiasaan makan anak yang aneh seperti itu bukan benar-benar "aneh".

Perlu mama ketahui bahwa kebiasaan balita memilih-milih makanan adalah perilaku khasnya.....

Balita susah makan
Sumber gambar: Radium/Pixabay

Berikut ini beberapa contoh reaksi umum yang dialami balita mama di rumah:
  • Menolak makanan berdasarkan tekstur atau warna
  • Memilih beberapa makanan dan tidak makan apa pun selain makanan tersebut
  • Kehilangan minat/selera pada makanan yang mereka sukai
  • Tidak mau mencoba sesuatu yang baru.
Beberapa hal tersebut sering kali terjadi pada balita yang berubah pola makannya, Mam.

Pada satu sisi mama tidak dapat memaksa anak untuk makan. Tapi mama dapat menyediakan makanan bergizi, menunjukkan kebiasaan mengonsumsi makanan yang sehat, dan mengatur pola jam makan.

Berikut ini Temanmama.com rangkum solusi mengatasi balita yang susah makan, Mam.

1. Sering meluangkan waktu makan bersama balita

Cara pertama mengatasi balita sulit makan adalah dengan menyempatkan waktu sesering mungkin makan bersama si kecil, Mam.

Bagi suami isteri yang sama-sama bekerja, mungkin hal demikian sangat sulit. Tapi tetap harus disempatkan meluangkan waktu makan bersama balita.

Nah, ketika makan bersama, makanlah yang sama seperti si kecil, Mam.

Baca juga: 11 Manfaat Kurma untuk Kesehatan dan Pertumbuhan Anak

Soalnya, balita belajar memakan makanan baru dengan melihat orang tua mereka dan anak-anak lain, Mam.

Tapi ingat ya, Mam, jangan menambahkan garam atau gula ke bagian makanan si kecil.

2. Selalu berpikir positif

Mama dapat memberi tahu si kecil jika mama sangat menikmati makanan yang sedang dimakan.

Mama adalah teladan yang selalu dicontoh si kecil. Makanya, jika mama antusias, maka anak mama mungkin akan mau mencobanya...

Mama pun dapat selalu menunjukkan wajah pemberani sekalipun mama tidak menyukai brokoli, misalnya.

Biarkanlah si kecil mengetahui jika mama merasa bahagia ketika makan bersamanya.

Mama bisa memberikan pujian karena hal ini bisa mendorong si kecil untuk terus makan lebih baik.

Jika mama hanya memberinya perhatian ketika ia tidak makan, mungkin dia akan menolak makanan hanya untuk mendapat reaksi dari mama.

Apabila dia tidak menyelesaikan makanannya dalam waktu sekitar setengah jam, mama dapat membawa makanan yang belum dimakan tersebut tanpa berkomentar. Si kecil tidak mungkin tiba-tiba menyelesaikan makannya, Mam.

Mama tetap harus berpikir positif dan menerima bahwa si kecil sudah cukup mengalami kemajuan.

3. Jadikan waktu makan lebih santai dan menyenangkan

Untuk mengatasi balita susah makan, mungkin trik ini dapat membantunya, Mam. Mama sesekali dapat mengundang atau mengatur waktu makan si kecil dengan teman seusianya.

Dengan makan bersama teman seusianya, si kecil akan merasa senang hatinya, Mam.

Ketika makan, jauhkan gangguan seperti televisi, hewan peliharaan, dan mainan, Mam. Soalnya, hal tersebut akan membuat balita susah berkonsentrasi pada makanan.

Mama harus menjadikan waktu makan sebagai sesuatu yang menyenangkan dengan mengobrol banyak hal yang beragam dengan si kecil.

Cobalah untuk berbicara sesuai dengan tingkatan yang dapat dipahami balita sehingga memudahkan ia untuk berinteraksi dengan mama.

4. Membuat jadwal makan secara konsisten

Mama dapat membuat jadwal rutinitas makanan harian yang sesuai dengan pola tidur siang si kecil.

Jadwal tersebut mencakup tiga kali makan dan dua/tiga kali makan camilan bergizi.

Apabila balita mama terlalu letih, ia mungkin sudah bosan dan tidak mau makan. Maka berikan ia camilan atau minum sebelum tidur siang dan simpan makanan yang masih layak tersebut untuk dikonsumsi setelahnya.

Jadwal rutinitas makan balita sebaiknya diketahui oleh orang-orang yang ada di rumah, Mam. Tujuannya agar mereka tak sembarang memberikan makan/camilan di luar jadwal makannya.

5. Membuat balita jadi tertarik

Ketika makan siang dan makan malam, tawari si kecil hidangan gurih yang diikuti dengan hidangan penutup yang bergizi seperti buah, Mam.

Mungkin saja balita bosan dengan satu rasa dan ingin mencoba rasa yang baru, Mam.

Pada kesempatan makan yang lain, tawari balita mama untuk mengonsumsi kalori dan nutrisi yang ia butuhkan. Soalnya, ia akan mengalami variasi makan yang lebih banyak setiap kali ia makan.

Baca juga: Manfaat Minyak Ikan untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Tapi ingat ya, Mam, jangan pernah menyuapi anak untuk makanan gurih dengan janji makanan yang manis. Hal ini akan membuatnya kurang menginginkan makanan gurih.

Ketika menyediakan hidangan, berikan porsi yang kecil pada balita, Mam. Balita bisa kewalahan dengan sepiring besar dan malah kehilangan nafsu makan, Mam.

Jika anak mama menghabiskan bagiannya yang kecil, maka pujilah dia dan tawari ia dengan makanan yang lebih banyak lagi.

6. Melibatkan balita mama

Setelah si kecil cukup umur, ajaklah dia berbelanja makanan dengan membiarkannya membantu mama menemukan barang/makanan di supermaket.

Si kecil juga dapat membantu mama mengatur meja sebelum makan. Aktivitas seperti ini dapat membantu balita melakukan kebiasaan makan yang positif.

Mungkin balita mama juga bisa membantu memasak makanan yang sederhana dan membantu menyiapkan makanan.

Itulah enam hal yang bisa mama lakukan untuk menghadapi si kecil yang sulit makan, Mam.

Semoga artikel ini dapat membantu dan memperkaya informasi mengenai si kecil yang susah makan. Jika bermanfaat, jangan lupa share ya, Mam!

Post a Comment for "6 Solusi Jitu Mengatasi Balita yang Susah Makan"

Berlangganan via Email