6 Masalah dalam Menyusui dan Tips Mengatasinya

6 Masalah dalam Menyusui dan Tips Mengatasinya

Setelah melewati saat-saat genting dalam persalinan, kini mama memasuki fase menyusui si kecil.

Sebagaimana setiap ibu yang ada, tentu ingin bayinya diberikan ASI eksklusif dan karena itu dibutuhkan komitmen yang kuat dari mama.

Barangkali di beberapa hari pertama, menyusui bayi itu tidak semudah yang dibayangkan. Ada saja kendalanya, Mam.

Spesies manusia merupakan satu-satunya di antara mamalia lainnya yang ketika menyusui dan menyapih anak tidak hanya diatur oleh naluri saja, melainkan tetap harus dipelajari.

Masalah dalam Menyusui
Sumber gambar: Pixabay/StockSnap

Sekarang ini, terutama di zaman modern, ada banyak perempuan yang sedikit memiliki kesempatan untuk belajar soal menyusui. Alasannya: kehilangan sumber belajar tradisional dari perempuan yang lebih berpengalaman dari keluarga.

Akibatnya, perempuan yang menjadi seorang ibu hanya sedikit saja yang terampil dan mampu dalam menyusui. Mereka umumnya justru mengalami kesulitan selama proses menyusui tersebut.

Sebagian dari mereka yang mengalami kesulitan itu cenderung berkonsultasi ke profesional kesehatan untuk mempelajari banyak hal pasca-persalinan.

Namun tak cukup itu saja, seorang perempuan tetap membutuhkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan khusus ketika menjadi seorang ibu.

Dalam artikel ini, Temanmama.com akan mengulas kesulitan-kesulitan utama yang dihadapi seorang ibu ketika menyusui dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut.

1. Pembengkakan payudara

Setelah persalinan, payudara mama akan menjadi keras karena pasokan ASI meningkat. Bahkan karena meningkatnya pasokan ASI, mengangkat lengan pun akan sulit.

Rasa sakit pada bagian dada tersebut akan reda dalam beberapa hari dan akan hilang dalam beberapa minggu setelah menyusui, Mam.

Karena itu, tips mengatasi bengkak pada payudara adalah dengan sering menyusui bayi serta menggunakan kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelah menyusui.

Kemudian, pijatlah payudara mama selama menyusui, ganti posisi dan gunakan bra menyusui dengan baik.

2. Payudara mengalami kebocoran

Payudara "bocor", menetes, atau menyembur adalah hal yang umum terjadi pada ibu menyusui, Mam. Masalah tersebut biasanya dialami pada beberapa minggu pertama setelah persalinan ketika siklus persediaan dan permintaan ASI meningkat.

Bahkan rangsangan yang ditimbulkan dari pikiran mama dapat menyebabkan kebocoran pada payudara.

Baca juga: Cara Memperbanyak ASI yang sudah Sedikit atau Kering secara Alami

Cara mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan bantalan menyusui (breast pad/nursing pad).

Breast pad dapat menyerap ASI yang bocor sehingga tak membasahi pakaian mama. Bantalan menyusui ini penting dikenakan terutama bagi wanita karier.

Mama dapat memilih bantalan menyusui yang memiliki bahan lembut di kulit, berdaya serap baik, dan bentuknya sesuai ukuran payudara mama.

3. Mastitis atau infeksi payudara

Mastitis adalah radang/infeksi pada jaringan payudara, Mam.

Infeksi ini bisa terjadi ketika payudara tidak mengalir dengan lancar atau tersumbat bakteri yang memasuki jaringan payudara.

Bakteri atau kuman dapat berasal dari kulit mama atau mulut bayi dan masuk melalui celah di bagian puting susu atau melalui saluran susu.

Ketika mengalami mastitis, ibu menyusui akan mengalami gejala seperti flu, demam, atau kelelahan.

Solusi mengatasi mastitis adalah dengan meminta resep antibiotik dari dokter karena akan membuat mama merasa lebih baik dengan cepat.

Selama masa pengobatan infeksi ini, mama dapat terus menyusui si kecil.

4. Pelekatan menyusui yang salah

Latching on atau pelekatan mulut bayi pada puting payudara merupakan kunci kesuksesan dalam menyusui, Mam.

Pada mulanya mungkin "mengunci" mulut bayi yang pas ketika menyusui adalah hal yang sulit. Namun perlu mama ketahui bahwa posisi pelekatan yang sempurna akan menjaga bayi cukup mendapatkan makanan.

Cara melakukan pelekatan yang benar adalah dengan senantiasa berlatih (bisa dibantu orang yang berpengalaman) agar proses menyusui semakin baik dan sempurna.

Mama dapat mencoba cara berikut ini:
  • Cari tempat yang paling nyaman untuk menyusui. Mama dapat memilih kasur karena tak perlu menopang berat badan bayi dan si bayi lebih leluasa bergerak
  • Gelitik pipi bayi atau bantu dengan sentuhan agar bayi mencari payudara
  • Ketika berada dalam posisi menyusui, lidah bayi menekan puting agar ASI masuk ke mulutnya. Kemudian daera hareola pada puting payudara masuk sempurna ke mulut bayi. Dengan begitu, bayi akan menyusu dengan baik dan tak menimbulkan lecet/sakit pada payudara ibu.

5. Masalah pada mulut bayi

Terkadang bayi mengalami kesulitan ketika menyusui karena masalah anatomi pada mulutnya, seperti langit-langit melengkung tinggi, lidah terlalu besar atau bergerak secara terbatas, kelainan pada dagu atau rahang.

Pasalnya, banyak bayi prematur kerap mengalami kesulitan menyusui setelah tinggal lama di NICU dan diberi makanan secara oral melalui selang makanan.

Baca juga: Bolehkan Ibu Menyusui Mengonsumsi Buah Duku?

Itu sebabnya, jika bayi memiliki kelainan mulut seperti langit-langit mulut sumbing, mungkin jalan yang terbaik adalah dengan operasi, Mam.

Jika tidak mengalami kelainan anatomi pada mulut, mungkin saja si bayi masih dalam tahap adaptasi dan belajar menyusui.

6. Pasokan ASI sedikit atau tidak lancar

Secara alamiah, payudara akan menghasilkan susu sesuai dengan permintaan, tetapi kadang kita sulit untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak ASI yang diproduksi, Mam.

Terkadang, banyak ibu khawatir bayinya tidak kenyang dengan cara menambahkan ASI yang terlebih dahulu dimasukkan ke dalam botol.

Tahukah mama, persediaan ASI meningkat dengan cepat jika bayi menghasilkan banyak popok kotor. Kira-kira enam atau lebih popok basah atau setidaknya tiga hingga empat kali sehari selama beberapa minggu pertama.

Lihat juga, apakah bayi tampak puas setelah menyusu dan bertambah berat badannya?

Jika pasokan ASI sedikit, perhatikanlah apakah bayi menyusu dengan benar?

Perhatikan juga, dan jangan sampai diabaikan, bahwa mama cukup makan, istirahat, dan terhidrasi.

Demikianlah masalah-masalah dalam menyusui dan bagaimana cara mama untuk mengatasi hal tersebut. Semoga artikel ini membantu dan memperkaya informasi ya!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment