9 Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Ibu Hamil Muda

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Ibu Hamil Muda

Makanan untuk ibu yang sedang hamil muda harus diperhatikan dan jangan sembarang memakan apa saja, Mam.

Hamil muda adalah fase awal kehamilan yang dimulai dari trimester pertama…

Pada fase ini tentunya ibu hamil merasakan perbedaan besar pada tubuhnya karena di dalam rahimnya terdapat janin yang harus dijaga dan dirawat dengan baik.

Setelah memasuki trimester pertama ini, ibu hamil harus menjaga pola makan yang sehat selama masa mengandung, Mam.

Selama ini, memang, tubuh kita membutuhkan nutrisi, vitamin, dan mineral tambahan. Bahkan, ibu hamil membutuhkan 350-500 kalori ekstra setiap hari saat memasuki trimester kedua dan ketiga.

Makanan ibu hamil muda
Sumber gambar: Pixabay/dbreen

Pola makan yang cenderung mengabaikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh justru akan mengakibatkan perkembangan negatif pada bayi, Mam.

Begitu juga kebiasaan makan yang buruk serta penambahan berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional dan komplikasi kehamilan/kelahiran.

Secara sederhana, jika mama memilih makanan yang sehat dan bergizi, ini akan membuat bayi jauh lebih sehat.

Untuk itu, Temanmama.com sudah merangkum jenis-jenis makanan yang cocok dikonsumsi ibu hamil muda.

Yuk disimak selengkapnya, Mam!

1. Daging merah

Daging merah kaya akan protein, zat besi, vitamin, dan mineral yang baik bagi ibu hamil, Mam.

Makanan berprotein tinggi ini juga menjaga rasa lapar ibu hamil dengan menstabilkan gula darah. Karena itu, ibu hamil setidaknya mengonsumsi tiga porsi (sekitar 75 gram) protein per hari, Mam.

Daging merah merupakan pilihan makanan yang sangat baik karena mengandung zat besi yang penting membantu bayi mengembangkan suplai sel darah merahnya dan meningkatkan volume darah ibu hamil sebanyak 50 persen. Pasalnya, selama hamil sering kali seorang ibu mengalami anemia, Mam.

Selain itu, zat besi juga membantu otak bayi dengan memperkuat koneksi antar saraf.

Jika membuat masakan tambahkan sedikit daging sapi ke dalam sup, mi, dan hidangan lainnya, Mam.

Bagi vegetarian yang tak mengonsumsi daging dapat memperoleh zat besi di dalam sayuran berdaun gelap, kacang kering yang dimasak, biji gandum, kacang-kacangan, buah kering, dan tahu.

Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, ibu hamil dapat sembari mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dengan vitamin C tinggi, seperti buah jeruk, tomat, stroberi, kiwi, atau paparika merah.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah makanan bernutrisi penting bagi ibu hamil karena mengandung vitamin B yang disebut folat (atau asam folat jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen), Mam.

Folat ini dapat berfungsi membentuk otak dan sistem saraf bayi dan mempunyai efek perlindungan kuat terhadap cacat saraf, seperti spina bifida, yakni cacat lahir dengan sumsum tulang belakang bayi yang gagal berkembang.

Di samping itu, kacang-kacangan juga mengandung protein, zat besi, dan vitamin B6, Mam. Makanan ini juga ramah di usus dan dapat menjadi lauk untuk salad, sup, ataupun semur.

Apakah mama tidak suka kacang-kacangan? Tenang saja, ada alternatifnya kok...

Mama dapat menggantinya dengan bayam yang kaya akan folat, zat besi, kalsium, dan vitamin A.

Bagi ibu hamil, folat sangat bermanfaat dan paling efektif saat mengonsumsinya di masa awal kehamilan (trimester 1).

Sebagian besar folat dapat mama peroleh dari produk-produk sereal, roti, pasta, dan beras yang diperkaya asam folat.

Folat ini adalah suplemen utama pada masa prenatal, Mam.

3. Ikan salmon

Ikan yang berada di air dingin seperti salmon memiliki manfaat besar bagi ibu hamil karena kandungan lemak omega-3 esensial (DHA), Mam.

Lemak sehat ini menjadi penting karena beberapa alasan:

  • Tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri
  • Membantu metabolisme vitamin yang laurt dalam lemak seperti E dan A
  • Membantu mengurangi risiko depresi prenatal
  • Penting untuk perkembangan mata dan otak bayi.

The Food and Drug Administration and Environmental Protection Agency menganjurkan ibu hamil untuk makan 200 hingga 300 gram ikan setiap minggu, Mam.

Mama dapat memilih ikan salmon liar, herring, sarden, dan tiram yang dibudidayakan. Kesemuanya itu kaya akan omega-3 yang aman untuk kehamilan.

Jika mama bukan termasuk penggemar ikan, ada alternatifnya kok...

Mama bisa menggantinya dengan tahu, telur, dan kenari yang juga kaya akan omega-3.

Namun mama juga perlu hati-hati dalam mengonsumsi ikan laut lainnya, seperti hiu, king mackerel, tilefish, bigeye tuna, dan marlin yang berpontesi tercemar toksin seperti merkuri dan dioksin.

4. Yoghurt

Yoghurt adalah alternatif kalsium selain susu yang baik dikonsumsi ibu hamil, Mam.

Apalagi dalam masa trimester 1, janin membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya. Begitupun ibu hamil membutuhkan kalsium agar tulang tetap kuat.

Ibu hamil dapat menargetkan 1.200 miligram atau empat porsi yoghurt per hari.

Baca juga: Yuk, Perhatikan Larangan Ibu Hamil pada Trimester Pertama

Agar lebih enak dikonsumsi, mama dapat memvariasikan dalam mengonsumsi yoghurt, seperti isian roti lapis, saus celup, atau saus salad.

Manfaat yoghurt lainnya dapat membantu mencegah gangguan lambung serta infeksi jamur, Mam.

Untuk mendapatkan kalsium maksimal dalam setiap sajian, mama bisa mencari produk yang diperkaya vitamin D agar meningkatkan penyerapan.

Salad alpukat
Sumber gambar: Pixabay/kakuko


5. Alpukat

Buah alpukat mengandung folat, vitamin C, potasium, dan vitamin B6.

Vitamin B 6 ini dapat membantu pertumbuhan jaringan dan otak bayi serta meredakan mual di pagi hari, Mam.

Alpukat yang kaya akan vitamin tentu rasanya enak. Jadi ibu hamil juga akan menikmati mengomsumsi buah ini sembari mendapatkan manfaat yang besar darinya.

Tetapi dalam mengonsumsi buah alpukat juga jangan sampai berlebihan ya, Mam.

Pasalnya alpukat mengandung banyak lemak—meskipun jenisnya sangat baik—serta kalori yang dapat membuat perut kenyang. Kecuali mama mengalami kesulitan menambah berat badan.

6. Buah geletuk (nut)

Buah geletuk (nut) kaya akan mineral penting, seperti magan, magnesium, tembaga, seng, kalium, dan kalsium; serta vitamin E.

Buah nut ini mudah dibawa ke mana-mana sehingga dapat menjadi camilan sehat ibu hamil, Mam.

Sekalipun nut tinggi lemak, tetapi termasuk jenis yang baik untuk tubuh.

Jenis kacang-kacangan ini adalah makanan yang bisa dipadukan dengan makanan lain, seperti pasta, salad, daging, makanan yang dipanggang, dan lainnya.

7. Gandum

Gandum adalah makanan yang diperkaya dengan serat, vitamin B, zat besi dan mineral lainnya.

Ditambah kandungan karbohidrat kompleks, gandum juga mengandung serat yang membantu ibu hamil yang mengalami sembelit, Mam.

Gandum biasanya dijadikan sereal untuk sarapan di pagi hari. Itu sebabnya, usahakan ketika mengonsumsi gandum bersamaan dengan biji-bijian lainnya, seperti serelia utuh, jelai, dan kinoa, untuk meningkatkan dosis vitamin dan mineral yang penting bagi perkembangan bayi, Mam.

8. Wortel dan paprika

Wortel dan paprika merah kaya akan kandungan beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A, yang juga penting dalam perkembangan kulit, mata, tulang, dan organ janin, Mam.

Kedua sayuran itu juga merupakan sumber vitamin C dan B6, dan serat yang dibutuhkan tubuh.

9. Mangga

Mangga juga baik dikonsumsi ibu hamil, tetapi bagi yang memiliki masalah perut seperti maag harus hati-hati mengonsumsinya ya, Mam.

Buah yang lezat ini banyak mengandung vitamin A dan C.

Mangga dapat dikonsumsi langsung dengan cara dipotong-potong atau dibelender sampai halus.

Seperti pisang, mangga kaya akan magnesium yang dapat membantu meringankan gejala kehamilan seperti kram kaki, Mam.

Baca juga: Diabetes Gestasional: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Selain makanan-makanan di atas sebenarnya masih banyak lagi daftar makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil muda.

Seberapa banyak yang mama makan sama pentinya dengan apa yang mama makan. Artinya, jika di kehamilan trimester 1 ini berat badan mama normal, maka tak memerlukan kalori ekstra.

Sebaliknya, jika di kehamilan trimester 1 ini mama kekurangan berat badan, sebaiknya mama makan sedikit lebih banyak. Tetapi sebaiknya mama berkonsultasi ke dokter kehamilan untuk mendapatkan saran dan informasi lengkapnya.

Semoga artikel ini membantu dan memperkaya informasi ya, Mam!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar