Yuk Perhatikan 6 Larangan Ibu Hamil pada Trimester Pertama

Yuk Perhatikan 6 Larangan Ibu Hamil pada Trimester Pertama

Apa itu trimester pertama kehamilan? Artinya kehamilan yang berlangsung sekitar 40 minggu, Mam.

Empat minggu dalam sebulan dikelompokkan menjadi tiga trimester…

Trimester pertama adalah waktu di antara pembuahan sel telur oleh sperma dan minggu ke-12 masa kehamilan, Mam.

Pada trimester pertama ini, tubuh wanita mengalami banyak perubahan selama 12 minggu pertama kehamilan, Mam.

Banyak di antaranya wanita yang merasakan perbedaan dan umumnya bingung pada kondisi yang baru ini, seperti:
  • Apa sebaiknya yang harus dimakan
  • Kemungkinan berat badan bertambah
  • Bagaimana dapat memastikan bayi tetap sehat
Untuk itu, memahami kehamilan dari minggu ke minggu dapat membantu mama dalam membuat keputusan yang matang dan siap sedia menghadapi perubahan besar yang ada di depan mata, Mam.

Larangan Ibu Hamil pada Trimester Pertama
Sumber gambar: Pixabay/alessandraamendess

Apa yang terjadi pada tubuh wanita selama trimester pertama?

Tahukah mama, bahwa di trimester pertama, tubuh wanita mengalami banyak perubahan…

Pasalnya, tubuh telah melepaskan hormon yang mempengaruhi setiap organ dalam tubuh.

Tanda pertama kehamilan adalah menstruasi terhenti. Tak hanya itu, setelah beberapa minggu pertama berlalu, sejumlah wanita mengalami hal sebagai berikut:
  • Muntah-muntah
  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Mulas
  • Berat badan bertambah
  • Sakit kepala
  • Mengidam makanan tertentu
  • Timbul rasa jijik pada makanan tertentu
  • Sembelit
Selain perubahan-perubahan signifikan yang terjadi pada ibu hamil, setidaknya mama perlu tahu juga larangan apa saja ibu hamil di trimester pertama. Temanmama.com sudah merangkumnya khusus untuk mama.

1. Jangan mengonsumsi daging mentah

Wanita hamil yang makan daging dan telur mentah atau yang kurang matang dapat berisiko tertular listeriosis dan toksoplasmosis yang bisa menyebabkan penyakit serius, Mam.

Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan keguguran dan cacat lahir pada bayi.

Untuk itu, jika ingin mengonsumsi daging/telur, masak terlebih dulu hingga matang sempurna.

2. Jangan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein terlalu banyak

Bagi ibu hamil yang sebelumnya menggemari kopi perlu waspada, Mam.

Terutama bagi wanita yang terbiasa mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak.

Soalnya, kafein yang terdapat pada kopi dapat melewati plasenta dan mempengaruhi detak jantung bayi yang sedang berkembang.

Namun, bukan berarti mama tidak bisa mengonsumsi kopi sama sekali lho…

Baca juga: Cara Memperbanyak ASI yang sudah Kering/Sedikit secara Alami

Berdasarkan penelitian, minum kopi di trimester pertama boleh-boleh saja asalkan tidak berlebihan, yakni dua cangkir per hari.

Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa minum kafein terlalu banyak selama kehamilan sangat terkait dengan risiko keguguran, Mam.

3. Jangan membersihkan tempat sampah/kotak kotoran kucing

Apabila sebelum hamil mama rutin membersihkan tempat sampah/kotak pasir kotoran kucing, maka setelah mengetahui sedang hamil, lebih baik serahkan pekerjaan tersebut kepada pasangan atau orang lain, Mam.

Dalam tempat sampah/kotak pasir kotoran kucing terdapat jutaan parasit, seperti Toxoplasma gondii yang sangat berbahaya...

Risikonya dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dalam kondisi tak bernyawa.

Bahkan bayi yang lahir tetapi sudah terinfeksi parasit ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan, seperti kejang-kejang, cacat mental, dan penglihatan.

4. Jangan makan untuk dua orang

"Jangan makan untuk dua orang" merupakan pepatah yang telah ada sejak lama, Mam.

Namun rata-rata wanita hamil sering kali mengabaikan hal itu...

Perlu dicatat bahwa sebuah studi menunjukkan setengah dari wanita cenderung menaikkan berat badan terlalu berlebih selama masa kehamilan.

Ketika hal itu terjadi, bayi berisiko besar mengalami obesitas di kemudian hari, Mam.

Memang ibu hamil di trimester kedua dan ketiga membutuhkan kalori tambahan, tetapi apakah konsumsi makanan secara berlebihan sudah mencukupi atau justru berlebihan?

Jika masih bimbang lebih baik konsultasikan ke dokter kandungan, Mam.

5. Jangan minum alkohol

Minum alkohol ketika hamil dapat menyebabkan masalah bagi bayi yang sedang tumbuh di semua tahap kehamilan, Mam.

Jadi bukan hanya tak diperbolehkan di trimester pertama saja! Bahkan hari-hari atau minggu-minggu sebelum wanita tersebut tahu dia hamil.

Menurut Centers for Disease Control (CDC), ibu hamil yang mengonsumsi alkohol di tiga bulan pertama kehamilan dapat menyebabkan bayi mempunyai wajah yang abnormal, masalah pertumbuhan, dan sistem saraf pusat.

Baca juga: Tipe-Tipe Kehamilan Berdasarkan Zodiak Mama

Faktor risiko lainnya adalah keguguran, bayi lahir dalam keadaan tak bernyawa, serta kelainan perilaku dan intelektual atau yang disebut dengan Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASDs).

Anak-anak yang terjangkit FASDs akan mengalami sejumlah hal berikut:
  • Fitur wajah yang tidak normal
  • Memiliki memori yang buruk
  • Sulit untuk fokus
  • Ketidakmampuan dalam belajar
  • Keterlambatan berbicara
  • IQ rendah
  • Penglihatan dan pendengaran bermasalah
  • Masalah jantung, ginjal, dan tulang

6. Jangan merokok

Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan dapat lebih berisiko mengalami keguguran, Mam.

Selain itu, bayi juga berisiko cacat lahir, seperti bibir sumbing, kelahiran prematur, berat badan rendah, dan kematian bayi.

Bayi yang lahir dari wanita yang merokok selama kehamilan lebih cenderung menjadi perokok ketika tumbuh besar karena lebih awal kecanduan nikotin secara fisiologis…

Itulah enam larangan yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil di trimester pertama.

Semoga artikel ini membantu dan memperkaya informasi ya, Mam!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar