Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghilangkan Bisul di Wajah dengan Benar

Bisul terjadi karena infeksi kulit yang berawal dari folikel rambut atau kelenjar minyak, Mam. Pada mulanya, kulit menjadi merah di bagian yang terinfeksi dan terdapat benjolan yang mulai tumbuh. Setelah empat sampai tujuh hari, benjolan tersebut memutih ketika nanah berada di bawah lapisan kulit.

Bisul memang sangat mengganggu, Mam, dan tempat yang paling sering ditumbuhi bisul adalah wajah, leher, bahu, bokong, dan ketiak. Apakah mama pernah bisulan di bagian-bagian tersebut? Wah, pastinya sangat mengganggu beraktivitas kan, Mam.

Menghilangkan Bisul di Wajah
Sumber gambar: hautinfo.at

Pada umumnya bisul disebabkan adanya kuman, yakni bakteri stafilokokus. Kuman ini memasuki tubuh manusia dari luka di kulit atau merambat masuk ke rambut dan folikel, Mam. Bisul ini berbentuk benjolan keras, berwarna merah, dan ketika tersentuh akan terasa menyakitkan. Ukurannya kurang lebih satu sentimeter.

Selama beberapa hari selanjutnya, benjolan tersebut jadi lebih lunak, makin besar, dan lebih menyakitkan, Mam. Nah, pada fase ini terbentuk kantung nanah di bagian atas bisul.

Baca juga: Tips Merawat Kulit agar Tampak Selalu Sehat

Yang harus dikhawatirkan adalah tanda-tanda infeksi parah dari bisul tersebut, seperti:
  • Kulit di bagian bisul terinfeksi menjadi berwarna merah, sakit, dan bengkak
  • Terjadinya demam
  • Muncul banyak bisul dari bisul yang pertama
  • Kelenjar getah bening membengkak

Mengatasi bisul yang terdapat di wajah

Muncul bisul di wajah merupakan suatu hal yang sangat tak menyenangkan, Mam. Selain mengurangi kecantikan, bisul juga sangat mengganggu. Apalagi bisul yang mengakibatkan infeksi tentunya perlu penanganan khusus agar dampak buruknya tidak berlarut-larut.

Untuk itu, Temanmama.com akan memberikan tips yang bisa mama lakukan untuk mengatasi bisul yang terdapat pada wajah.

1. Rutin mengompres bisul dengan air hangat

Mengompres bisul adalah cara paling aman, Mam. Mama dapat melakukan hal tersebut pada bisul dalam waktu sepuluh hingga dua puluh menit dengan pengulangan 3-4 kali per hari.

Tahukah mama, jika suhu panas dari kompresan tersebut ternyata dapat melancarkan peredaran darah di sekitar bisul. Karena aliran darah lancar, sel darah putih yang menuju bisul tersebut dapat membantu melenyapkan bakteri yang menyebabkan infeksi.

2. Bersihkan bisul yang pecah dengan antiseptik

Bisul yang sudah membesar memang sangat rentan pecah jika tersenggol, Mam. Nah, jika bisul di wajah tersebut pecah dan keluar nanah, mama jangan khawatir.

Hal pertama yang dapat mama lakukan adalah mencucinya dengan cairan antiseptik atau sabun antibakeri. Jika sudah mencucinya dengan benar, keringkan bisul tersebut, kemudian oleskan salep antibiotik (tentunya sudah diresepkan dokter).

Baca juga: Tips Menghilangkan Kantung Mata dan Mata Panda

Jika sudah diberikan salep, mama dapat menutup bagian luka tersebut dengan kain kasa yang steril/plester khusus luka. Jangan lupa untuk mengganti secara berkala untuk menghindari infeksi lanjutan, Mam. Inget ya, Mam, sebelum dan sesudah menyentuh/mengobati bisul, cucilah tangan terlebih dahulu.

3. Konsultasi ke dokter kulit

Jika bisul tak kunjung sembuh atau justru semakin menimbulkan infeksi di bagian sekitarnya, maka mama perlu melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter kulit.

Dokter kulit akan membantu menyembuhkan lebih cepat infeksi bisul yang terdapat di wajah, Mam. Pasalnya, terkadang kita kurang cermat dalam mengobati bisul sehingga malah menimbulkan infeksi yang parah ketimbang mempercepat proses penyembuhannya, Mam.

Inilah tiga tips yang dapat mama jadikan rujukan apabila mengalami bisul di area wajah. Tetaplah menjaga kebersihan kulit wajah agar tidak menimbulkan penumpukan kotoran yang dapat menicu munculnya bisul di wajah, Mam. Semoga artikel ini dapat membantu ya!

Post a Comment for "Cara Menghilangkan Bisul di Wajah dengan Benar"

Berlangganan via Email