Cara Mendidik Anak agar Menjadi Cerdas dan Pintar

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Cerdas dan Pintar

Mam, kiranya sangat gampang sekali memberi asumsi bahwa anak-anak kita terlahir dengan tingkat kecerdasan tinggi atau tidak. Sebagai orang tua, tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mempengaruhi seberapa cerdas anak kita nantinya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan dibagi menjadi dua, yakni kecerdasan bawaan lahir (alami) dan pengasuhan (pendidikan). Untuk kecerdasan kedua ini menunjukkan bahwa orang tua berpengaruh besar terhadap kepintaran dan kecerdasan anak-anak dengan pendidikan yang diberikan di rumah.

Mendidik Anak agar Menjadi Cerdas dan Pintar
Sumber gambar: Pixabay/5762918

Untuk menjadikan anak cerdas di atas rata-rata, mama tidak perlu secara ketat memberikan mereka latihan matematika atau kelas bahasa asing. Yang terpenting, daripada memuji kecerdasan atau bakat bawaan seorang anak, mama harus fokus pada perilaku si anak yang belajar bagaimana mengembangkan kecerdasannya.

Yup, kecerdasan memang bisa tumbuh dalam diri anak mama dan berikut ini Temanmama.com berikan tips menanam benih-benih kecerdasan pada anak.

1. Mengenalkan buku

Membaca adalah indikator kesuksesan anak di sekolah. Jadi, mulailah membaca bersama si anak sejak dini, Mam, bahkan sebelum ia mengetahui arti kata-kata.

Mama harus tahu bahwa membaca bisa merangsang otak dan membangun basis pengetahuan tentang dunia. Namun, lagi-lagi, agar anak suka membaca, di rumah si anak juga harus melihat mama dan papa membaca buku. Jadi, kalau menyuruh si anak membaca saja, itu belum cukup, Mam.

Di waktu luang pun, mama setidaknya harus membiasakan berbicara dengan si anak tentang buku yang sudah atau akan dibaca untuk membangun keterampilan dalam percakapan.

2. Berbicara dengan anak sejak di hari pertama

Berbicara kepada si anak sejak mereka masih bayi adalah kunci membentuk psikisnya lebih baik. Bahkan ketika si anak masih terlalu kecil untuk memahami apa yang mama bicarakan, katakan dan ulangi terus, Mam. Mereka dengan sendirinya akan menggunakan konteks atau situasi yang mereka alami untuk memahaminya.

Di samping itu, tanyakan kepada anak tentang segala hal yang perlu mereka ketahui dan biarkan mereka mengembangkan opini dan perasaannya. Pasalnya, hal ini akan membantu mereka untuk menuangkan pendapat dan mengetahui suatu permasalahan secara lebih baik.

3. Berikan pengertian tentang kehidupan

Mama harus bisa mengajari si anak bahwa apa pun yang mereka lakukan, sekalipun mereka telah melakukan yang terbaik, akan selalu menghadapi situasi yang sulit untuk mereka terima. Berikan pemahaman kepada anak bahwa kegagalan dan kekecewaan adalah sesuatu yang alamiah yang bisa saja terjadi kepada siapa pun.

Berikan pujian kepada si anak mengenai kerja kerasnya. Dengan begitu, si anak akan lebih termotivasi dan bisa bergerak maju ketika mereka menghadapi sesuatu yang tidak mudah mereka lakukan.

Anak-anak yang diberi tahu bahwa mereka pintar secara alami atau berbakat ternyata lebih cenderung frustrasi dan bahkan menyerah ketika mereka dihadapkan pada tugas-tugas sulit.

4. Ajarkan anak memecahkan masalah

Jika anak menemui masalah, dorong anak mama untuk fokus pada satu tujuan dan mencari tahu bagaimana cara mencapai atau memecahkannya dengan pemikiran yang kreatif.

Baca juga: Tips Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

Cara demikian akan menstimulasi otak dan mengajarkan kepada anak bahwa mereka sanggup bekerja melewati rintangannya sendiri.

5. Latihan fisik

Latihan fisik tidak hanya membuat anak mama lebih kuat dan sehat, tetapi juga bermanfaat pada mental, membangun sel-sel otak, dan meningkatkan darah ke otak.

6. Mengajari anak di momen tertentu

Mama bisa mengajari anak tentang sesuatu di momen-momen khusus. Momen khusus ini bisa mendorong anak mama menggunakan otak mereka untuk mengembangkan kecerdasan mental.

Misalnya, ketika sedang mengajak anak berbelanja di toko swalayan, mintalah si anak untuk menghitung jumlah buah mangga yang dibeli. Atau ketika sedang melewati tempat pariwisata, mama bisa menjelaskan sedikit tentang kekayaan wisata yang ada di tempat itu. Atau ketika sedang berkendara dengan anak, mama meminta si anak untuk menjelaskan fungsi lampu lalu lintas, dan lain-lain.

Artinya, momen khusus ini bisa diciptakan dan secara tidak langsung mama membuat situasi percakapan jadi lebih mengalir dan spontan.

7. Mendorong rasa ingin tahu

Mam, anak-anak prasekolah secara alami memiliki hasrat selalu ingin tahu. Namun kecenderungan demikian bisa berkurang saat anak-anak bertambah usianya—kecuali jika mama selalu mendorong dan mempraktekkannya dalam rutinitas sehari-hari.

Baca juga: Mam, Inilah Alasan Mengapa Anak Berbuat Nakal!

Untuk mendorong rasa ingin tahu dan mengeksplorasi sesuatu topik, mulailah dengan melibatkan si anak dalam topik yang menarik bagi mereka. Ajukan pertanyaan untuk memicu percakapan.

Selain itu, mama juga bisa merencanakan pengalaman bersama anak dengan pergi ke museum, acara olahraga, atau menonton film. Hal ini dapat membantu mama menemukan kesukaan bersama anak serta menciptakan diskusi yang baru.

8. Ajarkan tentang mindset yang harus selalu berkembang

Mama dapat memberikan pemahaman kepada anak agar memandang belajar sebagai suatu proses ketika kerja keras akan membuahkan hasil yang sepadan. Mereka harus mengerti bahwa mereka harus mulai sebagai pemula yang secara bertahap menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Lalu, ketika menghadapi tugas-tugas yang sulit, mereka akan melihatnya sebagai sebuah peluang untuk maju dan berkembang.

9. Harus proaktif

Mama bisa mencarikan kegiatan di luar sekolah yang bertujuan mengembangkan skill anak. Pada titik ini, mama harus lebih proaktif dalam melihat berbagai kesempatan yang tidak hanya terdapat di sekolah, melainkan di luar sekolah untuk terus memupuk kemampuan dan perkembangan jiwa anak agar semakin matang.

Demikianlah sembilan tips yang bisa mama terapkan dalam mendidik anak di rumah agar menjadi cerdas dan pintar. Bahwa memang mendidik anak bukanlah perkara mudah, tetapi juga bukan perkara sulit. Pasalnya, mendidik anak harus dilakukan secara terencana dan kontinu. Apalagi sebagai orang tua, mama dan papa harus memiliki komitmen yang kuat agar fokus mendidik anak berjalan sesuai dengan rencana. Semoga artikel ini membantu ya, Mam!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar