Cara Memperbanyak ASI yang sudah Sedikit/Kering secara Alami

Cara Memperbanyak ASI yang sudah Sedikit/Kering secara Alami

Memiliki ASI yang lancar selama masa menyusui si buah hati merupakan hal yang diinginkan semua ibu, Mam. Apabila produksi ASI melimpah, maka si buah hati akan terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Namun adakalanya tidak semua ibu mengalami momen yang membahagiakan dengan langsung menyusui si buah hati. Pasalnya, ada juga yang tidak langsung keluar ASI-nya.

Kalau hal tersebut mama alami, maka jangan langsung panik dulu ya, Mam. Mama dapat meminta bantuan ahli laktasi jika bayi susah menyusui atau melakukan latch-on, yakni proses mendekatkan bayi pada bagian payudara agar tepat cara menyusunya.

Memang, paling ideal menyusui bayi adalah segera setelah melahirkan. Pasalnya, sebelum ASI keluar, yang keluar pertama kali adalah kolostrum, yakni cairan berwarna kekuningan. Makanan pertama ini memiliki manfaat penting untuk bayi, seperti menguatkan sistem imun, mencegah penyakit kuning, memberikan gizi yang cukup, mengandung protein tinggi dan berkualitas, serta mencegah patogen penyebab penyakit pada bayi.

Cara Memperbanyak ASI
Sumber gambar: Pixabay/gdakaska

Untuk itu, bagi ibu yang tidak dapat langsung menyusui si buah hati, maka tak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, hal ini bukanlah akhir dari segalanya, Mam. Dan, paling tidak produksi ASI dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain perilaku menyusu bayi, psikologis dan/atau fisiologis ibu.

Pengetahuan atas pentingnya ASI eksklusif memang harus diketahui sejak sebelum melahirkan, Mam. Karena dengan memberikan ASI eksklusif, artinya mama telah menjalankan program prioritas yang berdampak pada status gizi dan kesehatan bayi/balita. Itu sebabnya, semua keluarga setidaknya harus mengetahui arti penting pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama bagi si buah hati, Mam.

Apabila mama mengalami kendala ketika menyusui si buah hati lantaran ASI sedikit atau bahkan kering, yuk ikuti tips/cara memperbanyak ASI yang sudah dirangkum Temanmama.com dari berbagai sumber.

1. Meningkatkan frekuensi menyusui

Apabila si kecil sudah kenyang menyusui, maka mama tetap dapat memerah/memeras ASI. Hal ini bertujuan agar produksi ASI terus bertambah. Prinsipnya adalah jika permintaan terhadap ASI semakin banyak, maka dengan sendirinya produksi ASI tak berkurang.

Jadi mama dapat mengosongkan payudara setelah selesai memberikan ASI kepada si kecil. Ingat ya, Mam, makin sering ASI diperah/diperas, maka produksi ASI akan semakin lancar dan banyak.

2. Rileks saat menyusui

Kondisi psikologis ibu ketika menyusui dapat berperan terhadap produksi ASI loh, Mam. Karena itu, mengapa mama harus rileks banget ketika menyusui adalah karena faktor ini sangat menentukan kesuksesan dalam pemberian ASI eksklusif.

Berdasarkan sebuah penelitian, 80% kegagalan memberikan ASI eksklusif disebabkan masalah psikologis si ibu, Mam. Buanglah jauh-jauh segala pikiran negatif ketika menyusui, seperti "ASI-nya cukup gak ya buah si kecil?", "Jangan-jangan ASI-nya kurang.", "Duh, jangan-jangan si kecil enggak kenyang minum susunya." dan kalimat-kalimat bernada negatif/pesimis lainnya.

Baca juga: Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik yang Wajib Mama Ketahui

Perlu mama ketahui, ketika pikiran mama pesimis/negatif maka sensor dalam otak akan memberikan perintah hormon oksiton (yang memproduksi ASI) untuk bekerja lambat. Nah, enggak mau kan hal itu sampai terjadi, Mam?

Selain itu, faktor eksternal ternyata juga berperan penting loh dalam menyusui. Contohnya, dukungan dari pihak suami, Mam. Dukungan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya memberikan semangat kepada istri, membantu menggendong bayi untuk disusukan ibunya, membantu menyendawakan bayi setelah menyusu, dan lain-lain.

3. Jangan berikan susu formula

Mungkin ada saja orang tua yang khawatir jika pemberian ASI kepada si buah hati tidak cukup, atau takut bayi tidak akan kenyang. Karena itu, si bayi justru diberikan tambahan susu formula. Ini justru jangan dilakukan ya, Mam.

Selama ASI mama dalam kondisi yang baik dan lancar, hindarilah pemberian susu formula kepada si buah hati. Pemberian susu formula malah akan menyebabkan ASI tidak lancar. Ini terhubung erat dengan poin no 2 di atas, Mam.

Selain itu, pemberian susu formula akan membuat si kecil malas menyusu atau bahkan bingung puting karena penggunaan dot pada susu formula. Sebaliknya, karena susu formula, maka produksi ASI semakin berkurang volumenya. Karena itulah semakin sering si kecil diberi susu formula, maka semakin sedikitlah produksi ASI.

4. Jangan gunakan dot

Nah, ini juga terkait dengan poin sebelumnya, Mam. Bayi yang sering menggunakan dot akan "bingung puting". Karena terbiasa dengan dot, maka ketika disuguhkan puting ibu akan menyusu di bagian ujungnya saja. Padahal cara menyusu yang benar adalah menghisap seluruh bagian aroela (bagian gelap di sekitar puting).

Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan yang Sering Dialami Mama Muda

Akibatnya, si kecil jadi malas menyusu melalui puting karena merasa kesulitan. Sedangkan karena terbiasa menggunaka dot pada susu formula, bayi akan merasa mudah menyusu di botol. Itu sebabnya, jika mama ingin memberikan ASI pompa, maka gunakan sendok ya, bukan dot.

5. Lakukan perawatan payudara

Agar ASI yang kering/sedikit bisa lancar kembali, mama dapat melakukan perawatan payudara dengan cara pemijatan, kompres air hangat/dingin secara bergantian. Selain melakukan hal tersebut, mama harus terus mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi agar produksi ASI dapat berjalan dengan lancar.

Apabila masih mengalami masalah terkait kelancaran produksi ASI, mama dapat mendatangi klinik laktasi. Hubungi dokter spesialis untuk mendapatkan informasi penting dan teknis demi mengoptimalkan produksi ASI untuk si kecil.

Demikinlah beberapa hal yang dapat mama terapkan agar ASI selalu lancar dan tidak pernah kering. Semoga si buah hati mendapatkan ASI eksklusif ya, Mam. Semoga membantu!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment