Diabetes Gestasional: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Diabetes Gestasional: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Wanita hamil yang sebelumnya tidak pernah menderita diabetes namun mempunyai kadar glukosa (gula) darah tinggi selama kehamilan bisa dikatakan mengalami diabetes gestasional, Mam. Berdasarkan penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention, kenaikan penderita diabetes gestasional sebanyak 9,2%.

Sejumlah pakar kesehatan belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan munculnya diabetes gestasional, tetapi mereka mempunyai beberapa petunjuk yang bisa menjadi acuan, Mam. Di antaranya, plasenta yang menjadi penopang bayi selagi ia berkembang.

Pasalnya, hormon dari plasenta membantu bayi tumbuh, Mam. Akan tetapi, hormon-hormon ini justru menghalangi kerja insulin ibu. Hal ini bisa disebut juga sebagai resistansi insulin. Resistansi insulin ini dapat membuat tubuh ibu sulit untuk menggunakan insulin. Karena itu, dibutuhkan insulin hingga tiga kali lipat, Mam.

Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh mama tidak mampu membuat dan menggunakan semua insulin yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Tanpa insulin yang cukup, maka glukosa tidak dapat meninggalkan darah dan diubah menjadi energi. Akibatnya, glukosa menumpuk di dalam darah ke tingkat yang lebih tinggi. Nah, ini disebut hiperglikemia.

Diabetes Gestasional
Sumber gambar: Pixabay/silviarita

Diabetes gestasional dapat mempengaruhi ibu di akhir kehamilan, terutama setelah tubuh bayi banyak terbentuk—sekaligus si bayi berada di fase pertumbuhan. Karena itu, diabetes gestasional memang tidak menyebabkan cacat lahir yang terkadang tampak pada bayi yang ibunya menderita diabetes sebelum kehamilan.

Akan tetapi, diabetes gestasional yang tidak diobati atau tidak terkontrol dapat melukai bayi, Mam. Saat mama menderita diabetes gestasional, pankreas bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin, tetapi insulin malah tidak menurunkan kadar glukosa dalam darah. Meskipun insulin tidak melewati plasenta, glukosa dan nutrisi lain bisa melewatinya. Dengan kata lain, glukosa darah melewati plasenta dan membuat bayi menerima glukosa darah yang tinggi.

Baca juga: Tipe Kehamilan Berdasarkan Zodiak Mama

Hal ini bisa menyebabkan pankreas bayi menghasilkan ekstra insulin untuk menyingkirkan glukosa darah, Mam. Lantaran bayi mendapatkan lebih banyak energi daripada yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang, maka energi ekstra disimpan sebagai lemak.

Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan makrosomia atau bayi gemuk. Bayi dengan makrosomia bisa menghadapi masalah kesehatan tersendiri, termasuk kerusakan pada bahu mereka ketika lahir. Lantaran insulin tambahan yang dibuat oleh pankreas bayi, maka bayi yang baru lahir barangkali memiliki kadar glukosa darah yang sangat rendah dan berisiko mengalami masalah pernapasan. Karena itu, bayi yang kekurangan insulin bisa lebih berisiko obesitas dan orang dewasa yang mengalaminya bisa berisiko diabetes tipe 2.

Untuk itu, mama harus menghindari diabetes gestasional selama masa kehamilan dan apabila mama hendak memiliki momongan, sebaiknya perhatikan beberapa hal di bawah ini agar tidak mudah mengalami diabetes gestasional yang tentu sangat merugikan diri mama sendiri sekaligus bayi yang mama kandung.

Olahraga yang teratur

Olahraga dapat membantu mencegah penambahan berat badan selama periode kehamilan yang pada gilirannya membantu menurunkan risiko diabetes gestasional, Mam.

Selain itu, olahraga juga membantu tubuh mama menjadi lebih sensitif terhadap insulin di pankreas mama sehingga kontrol gula darah menjadi lebih baik. Mama bisa berolahraga selama 30 menit dengan intensitas sedang seperti latihan kardiovaskular.

Konsumsi makanan sehat

Diet yang sehat akan membantu mama mencapai jumlah penambahan berat badan yang ideal selama masa kehamilan. Makanlah karbohidrat tanpa berlebihan, seperti biji-bijian, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan produk susu olahan rendah lemak.

Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan yang Sering Dialami Mama Muda

Mama juga perlu mengonsumsi protein tanpa lemak dan makanan dengan lemak sehat seperti kacang-kacangan. Lalu, batasi tambahan gula dan hindari minuman manis sebanyak mungkin. Kemudian, minumlah banyak air.

Makan lebih banyak serat

Mama harus menjaga kestabilan kadar gula darah jika mama berisiko diabetes gestasional. Serat akan membantu mama menstabilkan kadar gula darah.

Baca juga: Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik yang Wajib Mama Ketahui

Dalam sebuah studi mengenai diet wanita sebelum hamil, mereka yang meningkatkan asupan serat per harinya sebesar 10 gram bisa mengurangi risiko diabetes gestasional sebesar 26%. Makanan berserat tinggi antara lain biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran (terutama sayaran berdaun hijau).

Tingkatkan konsumsi protein

Protein adalah bagian paling penting dari diet sehat dan menyediakan banyak vitamin B yang bisa membantu mencegah bayi cacat lahir, Mam.

Pastikan mama mendapatkan banyak protein dari sumber yang tak berlemak. Misalnya, daging tanpa lemak, seperti ayam, merupakan sumber protein yang baik dan aman dikonsumsi wanita hamil. Hindarilah ikan sebagai sumber protein tanpa lemak, karena kadar merkuri yang tinggi dapat berbahaya bagi wanita hamil, Mam. Sementara sayuran berdaun hijau gelap seperti brokoli dan bayam adalah sumber protein dan zat besi yang baik.

Makan buah segar secukupnya

Bagi wanita hamil, buah-buahan segar sangat baik untuk mama. Namun jus buah manis harus mama hindari. Buah-buahan yang mengandung gula alami tinggi bukanlah hal yang buruk, tetapi satu gelas jus jeruk dapat mengandung 10 jeruk dan mungkin tambahan pemanis buatan.

Demikianlah, pengertian, penyebab, dan trik mencegah diabetes gestasional yang perlu mama ketahui. Yuk, mulai sekarang mending kita mulai hidup sehat!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar