Penyebab Bulu Mata Rontok dan Pengobatannya

Penyebab Bulu Mata Rontok dan Pengobatannya

Bulu mata adalah lambang kecantikan kaum hawa. Siapa yang tidak menginginkan bulu mata yang lentik dan sehat, Mam?

Tentu kecantikan wanita juga ikut ditunjang dengan bulu mata yang sehat, Mam. Namun banyak di antaranya wanita yang kehilangan bulu mata karena berbagai alasan, seperti luka bakar hingga kemoterapi.

Serupa dengan rambut di kulit kepala, bulu mata juga mengalami siklus pertumbuhan. Jadi, kehilangan beberapa lembar rambut biasanya tidak perlu dikhawatirkan, Mam.

bulu mata
Sumber gambar: Pixabay/Pexels

Namun, sebaliknya, berbeda halnya jika luka atau penyakit justru menyebabkan sebagian besar bulu mata rontok, Mam. Ini tentu jadi masalah besar kaum hawa!

Untuk itu, mama sedikitnya perlu mengetahui mengapa bulu mata bisa rontok, serta bagaimana membantunya dapat tumbuh kembali, apakah harus menggunakan obat-obatan dari dokter atau pengobatan rumahan.

Artikel TemanMama.com berikut ini adalah rangkuman dari berbagai sumber tentang penyebab bulu mata rontok dan pengobatannya.

Kondisi penyebab bulu mata rontok

Terbakar

Menurut penelitian American Academy of Ophthalmology, jika bulu mata hangus tetapi folikel rambut masih utuh, maka bulu mata biasanya akan tumbuh kembali dalam jangka waktu 6 minggu.

Akan tetapi, jika folikel rambut rusak, maka bulu mata kemungkinan besar tidak akan tumbuh kembali.

Kemoterapi

Obat yang digunakan untuk mengobati kanker kadangkala dapat membuat bulu mata mama rontok. Namun tidak semua obat kemoterapi menyebabkan rambut rontok.

Karena itu, jika seseorang menggunakan obat kemoterapi yang diketahui menyebabkan rambut rontok, hal itu justru akan mempengaruhi rambut di tubuh mama serta di bagian kulit kepala.

Baca juga: Makanan Sehat yang Dibutuhkan Orang Dewasa

Tahukah mama bahwa rambut di tubuh, alis, dan bulu mata pada umumnya bisa rentan rontok akibat kemoterapi. Lalu biasanya, bulu mata mulai tumbuh kembali tak lama setelah mama menghentikan kemoterapi.

Mencabut rambut

Trikotilomania adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh dorongan untuk mencabut rambut. Kondisi ini dapat mempengaruhi rambut di mana saja, termasuk bulu mata. Nah, bulu mata yang dicabut setidaknya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk tumbuh kembali, Mam.

Kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid adalah penghasil hormon. Apabila kelenjar memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid, maka itu dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk kerontokan rambut.

Kehilangan bulu mata dapat terjadi karena kondisi hipertiroidisme (tiroid yang terlampau aktif) dan hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif). Bulu mata biasanya mulai tumbuh seperti sediakala setelah ketidakseimbangan tiroid telah terobati.

Alopecia areata

Alopecia areata merupakan kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Kondisi demikian menyebabkan kerontokan rambut di kulit kepala, alis, dan bulu mata. Hingga kini tidak ada obat untuk penderita alopecia. Yang ada hanya perawatan yang dapat membantu mengurangi gejalanya.

Pengobatan

Pengobatan dokter

Dalam banyak kasus, kerontokan bulu mata lantaran terbakar atau kemoterapi akan tumbuh kembali seiring berjalannya waktu. Setelah kemoterapi, bulu mata mama mungkin tumbuh lebih jarang, lebih tebal, atau sama seperti sebelumnya.

Apabila kondisi tiroid atau penyakit autoimun menyebabkan kehilangan bulu mata, maka seseorang mungkin perlu mengobati masalah kesehatan untuk menghentikan kerontokan bulu matanya.

Baca juga: Tips Pola Hidup Sehat ala Nabi, Begini Caranya!

Jumlah waktu yang dibutuhkan bulu mata untuk tumbuh kembali bervariasi dan tergantung pada penyebab dan tingkat kerontokan bulu mata. Obat-obatan juga dapat membantu bulu mata tumbuh kembali. Dokter pun bisa meresepkan bimatoprost dalam bentuk tetes mata.

Ada salah satu studi yang mengamati penggunaan bimatoprost pada 41 orang yang kehilangan bulu mata akibat alopecia areata. Di antara peserta studi tersebut ada yang menerapkan bimatoprost 0,03% pada garis bulu mata atas setiap hari selama satu tahun. Hasilnya, sekitar 70% peserta mengalami pertumbuhan bulu mata seperti sediakala.

Pengobatan rumahan 

Ada berbagai pengobatan rumah yang digunakan banyak orang untuk mempercepat pertumbuhan bulu mata. Obat rumahan yang biasa dipakai untuk pertumbuhan bulu mata ialah minyak zaitun, pijat bulu mata, dan produk biotin.

Akan tetapi, apakah bulu mata akan tumbuh lebih cepat jika seseorang menggunakan obat rumahan? Kemungkinan besar jawabannya adalah "tidak". Alasannya, tidak ada bukti ilmiah bahwa obat rumahan bisa membantu bulu mata tumbuh kembali.

Jika mama mengalami kondisi bulu mata rontok sebaiknya segera hubungi dokter terkait agar segera mendapat penanganan yang tepat.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar