Tips Pola Hidup Sehat ala Nabi, Begini Caranya, Mam!

Tips Pola Hidup Sehat ala Nabi, Begini Caranya, Mam!

Hidup sehat adalah gaya hidup yang menurunkan risiko sakit parah atau kematian dini. Memang tidak semua penyakit dapat dicegah, tetapi sebagian besar kematian, terutama yang berasal dari penyakit jantung koroner dan kanker paru-paru dapat kita hindari.

Untuk urusan kesehatan, agama Islam mengajarkan kepada pengikutnya ihwal tata cara makan dan cara hidup sehat. Bahkan anjuran hidup sehat ala Nabi Muhammad pun banyak menjadi rujukan kaum muslimin.

Tips hidup sehat
Sumber gambar: Pixabay/cheifyc

Rasulullah membuat resep hidup sehat dengan menjadikan kebiasaan makan yang bersih dan sehat. Pasalnya, kalau melihat keadaan masyarakat Timur Tengah saat itu, terdapat banyak pasar-pasar yang beraneka ragam, kafilah-kafilah yang kaya, serta oasis di gurun yang mengalir deras, akan mudah bagi seorang Muhammad untuk hidup mewah dengan makanan yang berlebihan dan kebiasaan hidup yang tidak sehat. Namun hal itu tidak terjadi. Nabi memiliki kiat hidup sehat sendiri.

Nabi berbagi mengenai hal itu dalam Al-Quran tentang cara menjalani hidup yang sehat dan alami. Selain itu, kiat menjalani kesehatan dan kebugaran merupakan dasar dari kebiasaan sosial dalam agama Islam. Karena itu, Anda harus tahu resep hidup sehat cara Nabi Muhammad.

Makan secara perlahan

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah menganjurkan untuk makan secara perlahan agar membantu proses pencernaan. Itulah sebabnya, dibutuhkan sekitar 20 menit bagi tubuh untuk memberi tahu otak kita bahwa kita telah kenyang. Makan perlahan juga membantu mencerna lebih baik, karena makanan yang dikunyah secara efisien dapat membantu proses pencernaan dan tidak membutuhkan banyak energi.

Baca juga: Makanan Sehat yang Dibutuhkan Tubuh Orang Dewasa

Makan tidak berlebihan

Nabi Muhammad juga menekankan ihwal makan tidak berlebihan untuk mencegah perut sakit dan penyakit, yang juga diamini oleh dokter modern. Praktik makan secara islami ini, seperti dikutip dari  hadis HR At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah, menjelaskan bahwa perut Anda harus diisi oleh 1/3 makanan. 1/3 cairan, dan 1/3 udara.

Berolahraga

Dalam agama Islam, olahraga merupakan aktivitas yang penting agar tubuh menjadi sehat. Olahraga seperti memanah, berenang, dan menunggang kuda sangat dianjurkan nabi. Bahkan Rasulullah pernah berkata: "Orang percaya yang kuat lebih baik daripada orang yang lemah, meskipun keduanya termasuk orang yang baik." Dengan demikian, orang yang secara fisik lebih kuat akan menjadi lebih baik di hadapan Allah lantaran mereka lebih aktif dan energik dalam melaksanakan ibadah.

Berbagi makanan

Nabi Muhammad memberi tahu kepada kaum muslimin soal manfaat berbagi terhadap saudara-saudaranya yang kekurangan makanan. Islam mengajarkan mengenai berbagi makanan dengan teman, tetangga, dan orang miskin. Prinsip berbagi makanan ini berasal dari gagasan Rasulullah sendiri.

Tidur dan beribadah

Nabi menganjurkan untuk tidur yang cukup. Ia tidak pernah membiarkan dirinya tidur atau tertidur. Dia juga menyarankan dan berlatih untuk tidur di bagian awal malam dan bangun di awal pagi. Penelitian sains menunjukkan bahwa tidur lebih awal ternyata dapat membantu menjaga berat badan dan menyehatkan, serta tetap produktif, dan menghindari masalah kesehatan yang serius, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Ibadah salat merupakan salah satu dari lima persyaratan mendasar yang wajib dilaksanakan kaum muslim. Menurut sebuah hadis, Rasulullah telah berkata, "Sesungguhnya ada obat di dalam salat".
Ada manfaat fisik dalam salat, seperti di awal salat ketika kita menggerakkan otot tangan dan bahu, sehingga bisa meningkatkan aliran darah ke tubuh. Sebab, jantung adalah organ paling penting di tubuh kita. Itu sebabnya, memasok darah segar ke seluruh jaringan tubuh.

Tak hanya itu. Posisi tertentu juga bisa membuat sendi pinggul, siku, lutut, dan pergelangan tangan, serta tulang punggung bergerak dengan cara membentuk hubungan intens di dalam tubuh kita.

Berpuasa

Bukti terbaru menyatakan bahwa makanan yang kita makan dan waktu makan bisa mempengaruhi kesehatan. Puasa adalah praktik yang Rasulullah tidak hanya selama bulan suci Ramadan, tetapi juga pada hari Senin-Kamis, dan tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Islam.

Berpuasa secara selang-seling ini kini menjadi semakin populer karena banyak manfaatnya bagi tubuh. Manfaat puasa antara lain dapat membantu mengurangi berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, mempercepat metabolisme, mengurangi rasa lapar, memperbaikit pola makan, meningkatkan fungsi otak, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Menurut Dr. Michael Mosley, pengarang buku The Fast Diet, perencanaan makan dalam berpuasa tidak hanya membantu orang menurunkan berat badan, melainkan juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan lainnya.

Kebersihan gigi

 Nabi biasanya akan selalu menyikat giginya sebelum dan sesudah tidur menggunakan bagian dari cabang kayu kecil yang disebut siwak. Cabang kayu ini masih digunakan kaum muslim hingga sekarang sebagai sikat gigi. Rasulullah memberi perhatian khusus tentang kebersihan pribadi yang berhubungan erat dengan iman. Nah, dalam sebuah studi Scottish Health Survey, ditunjukkan bahwa kebersihan gigi yang kurang baik menyumbang 70% risiko penyakit jantung.

Berdasarkan penelitian dari Dr. Mohammad Ramzi, ahli bedah mulut dari Swiss, siwak adalah alat yang efektif untuk membersihkan permukaan gigi. Ia menyarankan penggunaan siwak tiga kali sehari. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa siwak bisa mengurangi noda dari tembakau, kopi, dan teh. Siwak juga mengandung nutrusi alami, seperti silikon, vitamin C, flourine, dan banyak lagi.

Minum air perlahan

Nabi menganjurkan untuk tidak minum air dalam satu tegukan seperti unta. Kebiasaan Rasulullah ini terbukti kebenarannya. Pasalnya, di era modern ini, sains menunjukkan bawah ketika seseorang meminum air terlalu banyak dalam waktu singkat akan menyeimbangkan kadar elektrolit darah dan menyebabkan pusing. Karena itu, minumlah air perlahan-lahan karena akan membantu kita menyerap cairan dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Kesehatan mental

Nabi Muhammad mengajarkan kepada kaum muslim untuk mengedepankan pikiran yang jernih sekalipun sedang mengalami musibah yang berat. Dia memperingatkan kaumnya agar tidak terlalu cemas, depresi, atau marah.

Setali uang dengan hal tersebut, dalam sebuah riwayat dijelaskan secara gamblang: "Seorang pria berkata kepada Nabi, 'Tolong, beri aku saran.' Nabi pun hanya berujar, "Jangan marah." Kemudian Orang itu bertanya berulang kali dan nabi pun hanya menjawab, "Jangan marah."

Rasulullah tahu bahwa jika seseorang mengendalikan amarahnya, dia akan mampu mengendalikan hal lainnya. Itulah mengapa Rasulullah mengatakan dalam hadis lain, "Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat bergulat. Begitu pun orang yang berkuasa adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya pada saat marah.

Sebuah penelitian kesehatan menujukkan bahwa kemarahan dapat meningkatkan kemungkinan stroke dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Kesimpulan

Dengan demikian, pada dasarnya gaya hidup yang dijalani Nabi Muhammad sangat memperhatikan kesehatan tubuh dan jiwanya. Meskipun bukan seorang dokter atau ahli kesehatan, secara tidak langsung rutintias Rasulullah sehari-hari menunjukkan gaya hidup manusia yang mengenal betul teori kesehatan dari dokter modern. Bahkan banyak juga dokter pada era modern mengamini gaya hidup yang sehat ala nabi.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar