Bagaimana Cara Mendidik Anak yang Benar? Baca Tips ini, Mam

Bagaimana Cara Mendidik Anak yang Benar? Baca Tips ini, Mam

Memiliki dan mendidik anak adalah dua perkara yang berbeda. Sebagai orang tua, kita tidak sekadar mengasuh anak dengan memperhatikan kebutuhan makanan harian, tetapi juga harus bisa mendidik anak dengan baik. Mendidik anak bisa dibilang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan setiap orang tua, Mam.

Berdasarkan penelitian dari jurnal Procedia: Social and Behavioral Sciences, dalam artikel "Education and Training for Parents Today" disebutkan bahwa orang tua memang harus tahu strategi keterampilan komunikasi dan menguasai perkembangan anak sebagai modal dalam mengasuh mereka.

Peran kita sebagai orang tua memang sangat penting, karena kita dituntut untuk bisa mengajari si kecil tentang berbagai hal. Pengajaran dan pendidikan anak bisa membuat si anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang disukai orang-orang, sehingga membuat ia mudah diterima bergaul di lingkungan sekitarnya.

Bagaimana Cara Mendidik Anak yang Benar? Baca Tips ini, Mam
Sumber gambar: Pixabay/StockSnap

Mama jangan pernah berpikir bahwa pendidikan anak hanya didapatkan dari bangku sekolah saja. Atau pendidikan hanya mama pahami sebatas anak jadi pintar dalam berbagai mata pelajaran di sekolah. Tidak cukup, Mam.

Pasalnya, pendidikan di luar sekolah ternyata tak kalah berperan penting bagi kehidupan sosial si anak. Sebab, dalam arti yang luas, belajar merupakan proses menganalisis, bertanya, serta mendiskusikan berbagai hal secara intens dan memerlukan waktu yang panjang atau seumur hidup, Mam.

Kalau masih bingung harus memulai dari mana, mama bisa menerapkan empat hal di bawah ini kepada si kecil terlebih dahulu. Empat hal ini adalah masalah mendasar yang TemanMama.com kelompokkan dan perlu mama ajarkan sejak dini kepada si kecil.

1. Mengajari kejujuran

Mengajari anak berlatih kejujuran memang mudah kalau hanya sekadar menceramahinya, Mam. Namun mengajari anak soal kejujuran tidak sekadar itu.

Orang tua harus bisa mengajarinya dengan "tindakan", bukan hanya kata-kata, Mam. Artinya, jika mama hendak mengajari nilai-nilai kejujuran kepada anak, mama harus memulainya dari diri sendiri dahulu.

Soalnya, ketika anak melihat mama selalu berlaku jujur, maka anak akan terdorong untuk menerapkan kejujuran dalam tutur kata dan perilaku sehari-hari, Mam.

2. Mengajari keadilan

Selain kejujuran, mengajari anak mengenai keadilan juga merupakan hal yang sangat penting, Mam. Mama bisa mengajari si kecil sembari mengambil studi kasus dari kejadian sehari-hari yang dialaminya.

Misalkan, si kecil mempunyai adik atau seorang teman si kecil sedang bermain di rumah. Mama hendak memberikan dua potong kue yang sama besarnya, tapi tiba-tiba si kecil menginginkan dua kue tersebut dan enggan membaginya kepada teman atau adiknya.

Nah, pada saat itulah mama bisa menjelaskan kepada si kecil tentang arti keadilan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti si kecil. Jelaskan secara perlahan hingga si kecil mengerti bahwa membagi kue kepada dua orang harus dibagi rata dan adil.

3. Mengajari cinta kasih

Sikap cinta kasih kepada sesama tidak terberi begitu saja kepada si kecil meski pada dasarnya banyak orang yang berpikir bahwa setiap anak kecil memiliki sifat alamiah seperti mencitai dan murah hati. Hal ini bisa jadi memang benar adanya, tetapi sebagai orang tua, sudah sewajarnya mengajari anak agar memiliki sifat-sifat terpuji.

Baca juga: Mam, Inilah Alasan Kenapa Anak Berbuat Nakal

Sebenarnya cara mengajari cinta kasih cukup mudah. Mama bisa melakukannya di rumah dengan orang-orang terdekat. Misalnya, saat suami pulang kerja, mama bisa meminta ia untuk memeluk atau memberi ciuman hangat kepada mama. Contohkan hal ini di depan si kecil, Mam.

Selain itu, mama juga bisa mengajari si kecil untuk mencitai anggota keluarga yang lain. seperti adik, kakak, nenek, kakek dan lainnya. Kelak ketika si kecil tumbuh dewasa, ia memiliki sifat cinta kasih dan menjadi pribadi yang penyayang, Mam.

4. Mengajari sopan santun

Yang terkhir, mengajari anak agar memiliki sikap sopan santun juga dapat membantunya diterima lingkungan sosialnya dengan baik, Mam. Sedari kecil ajarkan kepadanya untuk berkata "tolong" ketika meminta bantuan kepada orang lain dan mengatakan "terima kasih" setelah dibantu oleh orang lain, Mam.

Apalagi ketika si anak meminta bantuan kepada orang yang lebih tua, dua ucapan ini menunjukkan bahwa dirinya memiliki sikap sopan santun.

Tips mendidik lainnya

Setelah empat hal di atas mama terapkan dalam rutinitas keseharian bersama si kecil, alangkah baiknya jika mama juga menerapkan beberapa tips mendidik berikut ini kepada si kecil.
  • Ketika si kecil melakukan atau berperilaku baik, mama bisa memberikan ia hadiah atau pujian
  • Anak-anak adalah peniru yang ulung. Karena itu, sebagai orang tua, kita harus bertutur dan berperilaku kepadanya sebagaimana yang kita inginkan pada diri anak
  • Mama bisa bersikap baik pada si kecil tanpa menghilangkan sikap tegas
  • Mama dan suami bisa bersikap konsisten terhadap suatu hal yang menyangkut pada boleh atau tidaknya melakukan perilaku tertentu
  • Mama dan pasangan harus bisa memberikan peraturan sesuai dengan usia anak. Anak yang masih kecil sangat sulit memahami peraturan, sedangkan anak yang sudah bersekolah lebih mudah memahami peraturan
  • Hindari omelan yang terlalu sering kepada si keicl
  • Jangan melabeli anak dengan menyebutnya, misalkan, "anak bandel" karena yang negatif adalah perilakunya, bukan dirinya. Mama bisa memberikan penjelasan sederhana bahwa jika ada teman yang berperilaku buruk, maka yang buruk adalah perilakunya, bukan pribadi teman itu
  • Jangan pernah lelah untuk menjelaskan kepada si anak mengenai perilaku buruknya. Terus katakan nasihat tersebut karena secara berangsur-angsur perilaku buruk anak bisa hilang
  • Jangan pernah memukulnya. Pasalnya, kalau mama atau suami memukul si anak justru malah mengajari dirinya bahwa memukul boleh diperbolehkan untuk menyelesaikan masalah
  • Selain memukul, tindakan yang tidak boleh dilakukan adalah menyeret lengannya, menjewer kupingnya, menjambak rambutnya, atau mengguncang tubuhnya ketika ia melakukan kesalahan.
Cara mendidik anak memang tidak semudah dalam teori, tapi setidaknya jika mama mengetahu garis-garis besar cara mendidik yang benar, mama tidak melakukan kesalahan fatal dalam mendidik. Mendidik anak juga merupakan tugas orang tua untuk mempersiapkan anak menjalani masa depannya.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar